Tuesday, December 19, 2006

Banda Aceh Dec 06




Kemarin ke Aceh, ada kerjaan.

Itinerary:
Senin

· Dari kantor, ke airport. Naik GA jam 1 JKT-Banda Aceh, via Medan.
· Sampe Aceh jam 5an. Nginep di Swiss Belhotel, hotel bintang empat internasional pertama yang buka bulan September kemarin.
· Abis check-in, langsung berenang, mandi, kerja di lobby menggunakan wifi, kemudian dinner di Imperial Kitchen. Besoknya gue baru tahu, ternyata jadwal berenang cewek dan cowok di hotel beda bok! Oops!
· Bobo

Selasa
· Breakfast at coffeeshop
· Kerja
· Lunch at Banda Seafood
· Check out
- Ngopi di Jasa Ayah Solong
· Jalan-jalan keliling Banda Aceh
- Beli kopi dan tas Aceh yang cantik untuk ole2.
· Take off jam 5.25 pm
· Jam 9an sampe JKT.


30 comments:

Arie Parikesit said...

sampe juga ke Aceh lu Fath, gimana kesan2nya

fathia syarif said...

Sepi. Kayaknya orang2nya masih belum bisa bahagia ya?

Indra Zen Ruffinen said...

sehari doang ga nampol mbak.. :p

Arie Parikesit said...

yang bisa kerja di UN dan gajinya 15 juta mungkin bahagia
yang sudah 2 tahun tidur masih di tenda pastinya yg nggak bahagia

fathia syarif said...

Idih, kok jawabnya gitu. I meant that sincerely Rie. I understand what happened to them, cuma ya dengan segala yang telah terjadi sesudah itu, kayaknya masih susah buat mereka untuk bisa bahagia (Bantuan Internasional, MOU Helsinki, Pilkada, Hukum Syariah, dll, dsb.) Itu aja.

Triyudha Ratulangie Ichwan said...

nice landscape...

Hensi Margaretta said...

jadi teringat pas masa2 tsunami, daku sempat menjadi relawan disana pasca tsunami...

fathia syarif said...

But overall, city planningnya bagus. Makanan nya cukup enak. Kopinya dahsyat. ORang2nya baik2. Cuma hiburan aja gak ada.

fathia syarif said...

Nampol tuh apa?

erikar lebang said...

Keren..

Worth to 'visit' city

Tina Kartahadimadja said...

R.I.P.

Wadyono Suliantoro said...

apa ini yang bikin uni fath membuat statement di eastern promise????????????????????
salamtikar,
pak de

Arie Parikesit said...

Ya pengamatan 1 hari, ga bisa jadi Konklusi dong, karena Orang Aceh yg survive dan bangkit juga banyak kok Fath, sumpe at least dr pengamatan gue selama disana

Sampe bule2 nya kagum , ini org Aceh (Indonesia) hebat banget, kalau kita habis kehilangan ortu, kayak 9/11 pasti dampaknya bisa bertahun2, mereka bisa langsung bangkit

Arie Parikesit said...

Hiburan harus diciptakan sendiri huehehehe

Arie Parikesit said...

Nendang kalau makanan Fath

fathia syarif said...

Thank you:) blush, blush...haha

gatot purwoko said...

Lho, jadinya makan siang bukan makan malam di banda seafood. btw, kerudungnya modis, i like your style... tolong elaborate kangkung w/ seaweed dong

fathia syarif said...

Yup! It's worth it.... The one thing that really catches your eye is the volume of big sky!! It's clear, no pollution,no skyscrapers.... beautiful...

fathia syarif said...

Iya you're right. Considering everything that happened in the past 100 years di Aceh, memang mereka tabah banget. Gue terus terang salut. Actually what I felt the first minute when I arrived was the eerie calmness to everything. I first thought I detected sadness in the air, or perhaps gue salah, maybe it's the feeling of, how should I say it, acceptance?

Anyway, gue gak narik konklusi kok, persepsi gue aja selama 24 jam disana. Hehe.... I had conversations with about ten locals only, so I wouldnt know lah.

Elu berapa lama disana? Setahun lebih kan ya?

fathia syarif said...

Yes, capt, malemnya last minute berubah haluan ke Imperial, karena dapet info besok lunchnya sudah diatur di Banda Seafood. Thanks for comments on my tudung style. hehe.

As for the kangkung with seaweed: Ini kangkung platter specialitynya Imperial. Namanya? Kangkung Imperial. Kangkung di topping pake fresh seaweed di sautee garing. Jadinya masaknya pisah. Kangkung di tumis. Di tempat lain seaweed di masak. Baru diassemble di dish. Rasanya? Enak juga, sampe mesen porsi kedua. Hehe.

fathia syarif said...

Bukan yang INI pak de! Huahauhuahuahua!

fathia syarif said...

Hiburan yang lu ciptakan apa bok selama disana? Cerita dong? Gue jadi pengen tau. Bioskop juga gak ada kan ya gue diceritain?

gatot purwoko said...

Thanks for the description, Uni. Dari tampilan kelihatan kalau jagoan. Musti cari fresh seaweed nih di Jakarta buat coba bikin. Lain kali kalau di Airport liat kiri kanan ya, he he he.....

fathia syarif said...

Huahuahua. Will do capt! Hope your Tanjung Bara trip went well. Crita2nya mana? :)

Arie Parikesit said...

kalau di UN, kita dulu punya Staff Welfare Center, bisa Main Basket, Volly, Badminton, Pingpong, Fitness, Yoga, Pilates, bikin beads, karaoke, Masak Bareng dll

Selain itu, Jalan2 ke Pantai/Gunung, Motret ke Pasar ikan Lampulo, Kerkoff dll, Wisata Kuliner

Ya disana kudu kreatif buat menciptakan hiburan, malah lebih puas, krn kita yang mengontrol hiburan, bukan hiburan yang mengontrol kita.

Buat sebagian temen2 perantauan, challenge terbesar hidup di NAD adalah jauh dr keluarga, bukan lack of facilities

fathia syarif said...

Yep, I hope so too.

fathia syarif said...

Yep, I hope so too.

roni muchtar said...

Kopi Ulee Kareeung di SOLONG tuch tempat mangkal gw neh

J gel said...

jln.T panglima polem, Peunayong

J gel said...

Punge, nama daerahnya